Cara Mengontrol Keamanan Film Kemasan Makanan?
Untuk eksportir yang mengirimkan makanan yang mudah rusak ke luar negeri, memilih film kemasan makanan yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan produk dan memperpanjang umur simpan. Saat memilih film kemasan makanan, ingatlah pedoman ini:
Menggunakan Film Penghalang Tinggi:
Carilah film dengan penghalang tinggi yang menghalangi oksigen, kelembaban, dan ringan untuk menjaga kesegaran dan menghindari kontaminasi. Hambatan umum termasuk aluminium, poliester berlapis logam, dan lapisan silikon oksida. Film penghalang tinggi juga mencegah kebocoran dan memungkinkan pengemasan atmosfer termodifikasi. Konsultasikan dengan pemasok film Anda untuk mengidentifikasi film penghalang yang ideal untuk jenis makanan Anda.
Pastikan Bahan Food Grade:
Pastikan semua bahan kemasan food grade dan bebas dari bahan kimia berbahaya. Film harus memenuhi persyaratan FDA dan UE untuk kontak langsung dengan makanan. Plastik seperti polietilen, polipropilen dan PET umumnya digunakan. Minta pemasok Anda untuk memberikan sertifikasi keselamatan.
Periksa Peringkat Suhu:
Sesuaikan tingkat suhu film dengan kebutuhan produk Anda. Kebanyakan film makanan berfungsi untuk penyimpanan beku, sementara film khusus bersuhu tinggi tahan terhadap proses pasteurisasi atau retort. Penggunaan film suhu yang salah dapat merusak kemasan dan mengekspos makanan.
Minimalkan Permeabilitas Oksigen:
Tingkat transfer oksigen yang lebih rendah membantu menjaga kesegaran. Untuk makanan tinggi lemak seperti daging, film dengan permeabilitas oksigen di bawah 2cc/m2/24 jam pada suhu 73°F membantu mencegah ketengikan. Pemulung oksigen dan kemasan vakum juga mengurangi paparan oksigen.
Penerapan Pengemasan Makanan Film
Film kemasan makanan memberikan bobot yang ringan, fleksibel, dan penghalang yang sangat fungsional terhadap kontaminasi pada makanan olahan dan segar. Berikut adalah beberapa aplikasi film kemasan makanan yang paling umum di berbagai industri:
Makanan Ringan
Keripik kentang, gila, dan jajanan renyah lainnya biasanya menggunakan film polipropilen berlapis-lapis. Film-film ini memiliki kejernihan yang luar biasa, kekuatan tarik, dan penyalahgunaan ketahanan untuk menjaga kerenyahan. Film BOPP yang dilapisi logam juga memberikan penghalang UV dan oksigen untuk makanan ringan yang stabil di rak.
Daging Olahan
Kantong vakum dan kantong susut dengan film poliolefin penghalang tinggi ideal untuk daging olahan seperti sosis dan irisan deli. Mereka mencegah paparan oksigen untuk membatasi oksidasi lipid dan rasa tengik. Film-film ini juga melekat erat untuk menyegel jus dan menjaga kesegaran.
Keju & Produk susu
Keju membutuhkan sirkulasi udara, film PE berpori yang membatasi hilangnya kelembapan sekaligus memungkinkan pertukaran CO2 dan oksigen. Film berlapis PET dan khusus memberikan penghalang oksigen dan CO2 yang lebih tinggi untuk memperpanjang umur simpan. Untuk mentega dan olesan, aluminium foil menghalangi oksigen dan cahaya untuk mencegah oksidasi.
Produk Segar
Film polietilen menjaga tingkat kelembapan optimal dan mencegah kondensasi kelembapan pada buah dan sayuran. Film anti-kabut menjaga produk tetap terlihat segar. Film berlubang menyeimbangkan kontrol kelembapan dengan pertukaran gas untuk memperlambat respirasi.
Makanan Beku
Film poliolefin suhu rendah menjaga fleksibilitas dan ketahanan benturan pada suhu beku. Penghalang uap air yang tinggi mencegah luka bakar di freezer. Film dengan tingkat panas yang tinggi menjaga makanan beku tetap tertutup rapat.